Kicau: #rindu

Setelah sekian hari tidak berkicau, saya akan kembali mencurahkan sebagian isi hati lewat hashtag #rindu

Aku akan me-#rindu-kanmu, 스물여섯-062011 dan 열셋-102011. Sangat #rindu.

Berkali kutatap masa depanku yg –tentu saja- mencakup ke-#rindu-anku kepadamu. Oase di tengah harap berjumpa denganmu.

Masa depan tsb adl adanya hari-hari rutin di mana kita mampu berjumpa, melepas #rindu.

Sebuah perjumpaan di mana kisah & cerita terungkap, cita terlisankan. Dan sejak itu doa terucap dr hatiku untukmu, sbg kelanjutan #rindu-ku

Mungkin engkau tahu, tp mungkin pula engkau tak tahu dan tak pernah tahu. Yg pasti, setiap perpisahan kita adl mjd sebuah awal bg #rindu-ku

Doaku –sbg wujud #rindu-ku- insya-Allaah tak akn pernah lupa sepanjang hayatku. Sbgmn hari ini engkau memintanya kpd-ku, ttg sebuah harapan

Harapan utk tidak mjd sesuatu pd sebuah suatu maqam, demikian ucapmu. #rindu

Akan kujawab dg doaku, semoga Allaah memberikan yg terbaik bagimu. #rindu

Tp tahukah engkau? Banggalah aku, jika saja kelak engkau mampu mencapai maqam tsb. #rindu

Meski harapku, sbgmn harapmu, smg engkau tak pernah mencapainya. Krn maqam tsb akan menjauhkanku dg-mu. #rindu-ku semakin sulit dipenuhi!

Sejak engkau mencapai maqam yg skrg kau berada, aku sdh pernah menatap masa depan-mu ttg maqam yg –mungkin- kelak akan kau capai. #rindu

Aku melihat, engkau berada di maqam tsb. Berjaya di antara para pendukungmu, dg aku berada di dekatmu, memimpin pembacaan doa. #rindu

Doaku adl smg yg terbaik untukmu. Itulah obat #rindu-ku kepadamu.

Sebuah ke- #rindu-an, yg sesungguhnya hanya bisa terobati oleh sebuah perjumpaan. 스물여섯-062011 dan 열셋-102011, aku #rindu. #the_end

Ndalem Blunyah, Jumat 14 Oktober 2011,

Ahmad Rahma Wardhana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *