Khatbah Kedua: Berkah di Puncak Spiritualitas Hari Jumat

Bismillaah ar-Rahmaan ar-Rahiim,

Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammad Shalla-Lllaahu ‘alayhi wa aalihi wa sallam.

Jumu’ah yang Ijabah

Menurut berbagai riwayat, hari Jumat adalah hari yang istimewa, bahkan sebuah hari raya bagi umat muslim. Hari Jumat juga salah satu waktu yang ijabah untuk berdoa.

Khusus tentang hal ini (waktu ijabah) para ulama bermacam-macam pendapatnya. Ada yang mengatakan saat masuk hari Jumat (Kamis pas maghrib), ada yang mengatakan jelang berakhirnya Jumat (Jumat pas ashar), ada pula yang berpendapat saat di antara dua khatbah.

Maka, mari berprasangka baik kepada Allaah Ta’aala, bahwa saat ijabah tersebut sengaja dirahasiakan, agar sepanjang hari Jumat (sejak Kamis maghrib hingga Jumat jelang maghrib) kita tanpa henti-hentinya berusaha meraih keijabahan tersebut: banyak istighfar, shalawat, dzikir, dan berdoa sepanjang hari Jumat.

Selain itu, di hari raya Jumat juga ada ibadah khusus bagi lelaki, yakni Shalat Jumat. Dalam ibadah Shalat Jumat, terdapat dua khatbah (dengan jeda sejenak di antara keduanya) kemudian ditutup dengan shalat dua rakaat.

Masing-masing Khatbah Jumat diawali dengan pujian kepada Allaah Ta’aala, kemudian dua kalimat persaksian (dua kalimat syahadat), shalawat kepada Rasuul SAW, dan wasiat ketakwaan. Ayat Qur`an juga harus dibacakan pada salah satu khatbah dan pada akhir khatbah kedua.

Khatbah yang Menarik

Aturannya, jamaah itu harus mendengarkan khatbah, bukan untuk ngobrol dengan jamaah lain (berkata satu kata saja ibadah Jumatnya batal!), apalagi tidur. Yah walaupun kalau ketiduran (tidak sengaja tidur) insya-Allaah masih bisa dimaklumi.

Maka sesungguhnya, penting bagi seorang khatib untuk memilih kata yang bagus atau tema yang menarik atau cara menyampaikan yang berbeda dalam khatbahnya, agar jamaah menyimak (bukan malah menjadi terkantuk-kantuk), agar nasihat-nasihat yang disampaikan bisa masuk ke dalam qalbu.

Sebagai contoh, sebisa mungkin khatib tidak melulu menduduk ke arah teks khatbahnya, tetapi lakukan kontak dengan jamaah. Sapulah pandangan ke seluruh jamaah (di arah 10 cm di atas kepala jamaah) agar terkesan ada kontak. Karena kalau langsung memandang ke mata jamaah dan terjadi kontak, bukan tidak mungkin muncul sekilas rasa grogi.

Contoh lain, adalah ada intonasi dalam berkhatbah. Guru public speaking saya pernah mengajarkan, seorang dai yang baik adalah al-Maghfurlah KH Zainuddin MZ. Intonasi beliau bisa lembut, bisa keras, bisa tegas, bisa dalam suaranya, dan seterusnya, bergantung konteks kalimat. Kalau sedang mengisahkan cerita (yang kemudian dibahas hikmahnya), misalnya, cobalah seperti para pendongeng: ada perbedaan suara ketika terjadi dialog.

Bisa pula dengan memilih kata-kata pembuka yang berbeda dari kelaziman: kalimat pujian kepada Allaah, kalimat shalawat, dan wasiat taqwa yang puitis, sehingga sejak awal khatbah jamaah akan menaruh perhatian. Misalnya, gunakan cara repetitif (berulang) tapi dengan kata yang berbeda meski masih bersinonim. Konsekuensi cara ini adalah khatib harus melanjutkannya penjelasannya dengan tema yang menarik, sehingga jamaah tidak bosan dan malah jatuh dalam jebakan kengantukan.

Khatbah Jumat itu komunikasi satu arah, maka kualitasnya ya bergantung pada sang Khatib. Kesempatan diberikan oleh agama, yakni diamnya jamaah, maka khatib harus bisa memanfaatkannya dengan baik dan seoptimal mungkin untuk memotivasi umat agar meneguhkan diri untuk selalu berusaha menjadi pribadi yang terbaik, begitu ibadah Jumat selesai.

Khatbah Kedua: Berdoa

Jika saya berkesempatan khatbah, biasanya uraian khatbah saya sampaikan seluruhnya di khatbah pertama. Mulai dari penjelasan hingga kesimpulan. Kemudian saya gunakan khatbah kedua total untuk berdoa.

Begitu membaca rangkaian hamdalah, syahadah, shalawat, wasiyat, dan ayat qur`an (biasanya ayat Shalawat, al-Ahzab 56) dimulailah rangkaian doa saya bacakan.

Bagi saya, khatbah pertama adalah ikhtiar bagi khatib dan jamaah untuk memperbaiki diri: mendengar teorinya kemudian meneguhkan jiwa untuk melaksanakannya. Sementara khatbah kedua adalah tawakkal, yakni ikhtiar bathin dalam memperbaiki diri dan masyarakat, dengan berdoa.

Bagaimanapun, dalam pandangan Islam, doa itu sama pentingnya dengan ikhtiar dan usaha. Di saat jamaah sedang dalam kondisi terbaik iman-taqwanya sejak masuk masjid, kemudian diteguhkan oleh karena uraian khatib di khatbah pertama, plus ijabahnya waktu di sepanjang Jumat untuk berdoa, maka saya berprasangka baik kepada Allaah Ta’aala, bahwa khatbah kedua itu merupakan puncak spiritual hari Jumat: sangat ijabah untuk berdoa!

Berikut ini adalah contoh kalimat yang biasa saya ucapkan sebelum memulai membaca doa:

Hadirin rahimakumullaah.

Di khatbah yg kedua ini, mari kita manfaatkan bertumpuk-tumpuknya keberkahan ini dg memohon dan megucap doa kpd Allaah Ta’aala.

Hari ini adl Hari Jumat, Hari Raya, Hari yang Mulia kata Kanjeng Nabi SAW. Maka ada keberkahan di sepanjang harinya.

Saat ini kita berada dalam majelis jum’at, sebuah majelis ilmu karena di dalamnya disampaikan nasihat keagamaaan dan juga merupakan majelis dzikir karena di dalamnya kita diingatkan utk mengingat Allaah Ta’aala dan Rasuulullaah SAW.

Maka kata Kanjeng Nabi SAW, ada keberkahan di majelis ilmu dan majelis dzikir.

Saat ini pula kita berada di dalam masjid, tempat untuk bersujud, rumah Allaah yang suci, maka ada keberkahan di dalamnya.

Saat ini pula kondisi jiwa dan qalbu kita adalah kondisi yg terdekat dg Allaah. Kita bersama-sama di dalam masjid krn keikhlasan, berniat menghadap Allaah, berniat ibadah, melupakan sejenak urusan keduniaan kita. Maka kondisi hati yg seperti ini adl yg terdekat dan terbaik, penuh keberkahan di dalam sikap semacam ini.

Maka hadirin rahimakumullaah, keberkahan yg bertumpuk-tumpuk ini, keberkahan waktu, keberkahan tempat, dan keberkahan kondisi ini mari kita gunakan utk memohon kehadirat Allaah SWT.

Semoga Allaah memudahkan urusan dunia kita, yakni urusan dunia yg mampu menjadi bekal bg kehidupan kita di akhirat kelak.

Memohon, semoga Allaah memudahkan kita dalam membiasakan diri dan mendidik anak-anak kita utk menjadi yang lebih baik, lebih beriman dan bertakwa.

Memohon kepada Allaah, semoga Allaah melindungi kita dan orang yg kita cintai, terutama negeri kita Indonesia beserta seluruh negeri muslim lainnya, dari segala bencana dan bala, dari segala konflik dan peperangan, dari segala pertumpahan darah maupun bencana alam. Aamiin, Allaahumma Aamiin…

*kemudian baca doa, khatbah selesai*

Setelah ini, akan saya bahas doa yang biasa saya bacakan dan uraian penjelasannya mengapa doa itu yang saya pilih. Teks doa arab dan maknanya, insya-Allaah akan saya lampirkan di akhir tulisan ini (siapa tahu ada yang mau memakainya).

1. shalawat ke Rasuul SAW

Begitu ayat Shalawat dibaca, doa di khatbah dibuka dengan bacaan Shalawat ke atas Rasuul SAW. Bacaan shalawat beribu macamnya, ada yang panjang ada yang pendek. Dalam khatbah, yang biasa saya baca yang lafadznya:

Ya Allaah, limpahkanlah shalawat atas Sayyidinaa Muhammad, hamba-Mu, Nabi-Mu, dan Rasul-Mu, Nabi yang ummiy.

2. kemudian diteruskan dengan doa untuk kaum muslim dan mukmin, sebagaimana sangat lazim kita dengar

Ya Allaah, ampunilah (dosa) kaum muslim laki-laki dan kaum muslim perempuan, kaum mukmin laki-laki dan kaum mukmin perempuan, (baik) yang masih hidup (maupun) yang telah wafat, sesungguhnya Engkau Maha-mendengar, Maha-dekat, lagi Maha-mengabulkan permintaan, Wahai Yang Mencukupi Kebutuhan.

3. doa qur`ani tentang keluarga

Jamaah Jumat itu semuanya laki-laki, para kepala keluarga (dan calon kepala keluarga). Maka penting bagi khatib untuk membaca doa ini, yakni dari surat al-Furqaan (25) ayat 74. Berdoa bagi seluruh jamaah agar mampu menciptakan keluarga yang baik.

Ya Allaah, Tuhan Pemelihara kami, anugerahkanlah untuk kami, dari pasangan-pasangan kami serta keturunan kami, penyejuk-penyejuk mata (kami) dan jadikanlah kami teladan-teladan bagi orang-orang bertakwa. [al-Furqaan (025): 74]

4. doa qur`ani tentang keteguhan petunjuk

Ibadah Jumat memberikan banyak nasihat dan petunjuk kepada jamaah, maka agar teguh dan tak bengkok hatinya selepas Jumat hingga bertemu dengan Jumat lagi, doa yang bersumber dari surat Aali ‘Imraan (003) ayat 8 ini juga penting untuk dibaca

Ya Allaah, Tuhan Pemelihara kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling, sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi (anugerah). [Aali ‘Imraan (003): 8]

5. doa qur`ani untuk kemudahan dalam urusan

selepas Jumat, berlanjutlah aktivitas umat. maka perlu dibaca doa ini, sebagai bekal spiritual bagi jamaah. doa ini bersumber dari surat al-Kahfi (018) ayat 10

Ya Allaah, Tuhan Pemelihara kami, anugerahilah kami rahmat dari sisi-Mu; dan siapkanlah bagi kami petunjuk untuk urusan kami. [al-Kahfi (018): 10]

6. doa umat Sayyidinaa Muhammad

setelah berdoa dengan lingkup lokal, puncak spiritual Jumat tersebut perlu pula kita manfaatkan untuk doa yang lebih global, doa keummatan. Doa ini saya kutip dari buku Nashaihul ‘Ibad nya Imam Nawawi al-Bantani.

Ya Allaah ampunilah umat Sayyidinaa Muhammad,

Ya Allaah rahmatilah umat Sayyidinaa Muhammad,

Ya Allaah tutupilah (kekurangan) umat Sayyidinaa Muhammad,

Ya Allaah (berilah) kecukupan (untuk) umat Sayyidinaa Muhammad,

Ya Allaah perbaikilah (urusan) umat Sayyidinaa Muhammad,

Ya Allaah (berilah) kesehatan (untuk) umat Sayyidinaa Muhammad,

Ya Allaah lindungilah umat Sayyidinaa Muhammad SAW

dan

Ya Allaah rahmatilah umat Sayyidinaa Muhammad dengan rahmat yang menyeluruh, wahai Tuhan Pemelihara Seluruh Alam.

Ya Allaah ampunilah umat Sayyidinaa Muhammad dengan ampunan yang menyeluruh, wahai Tuhan Pemelihara Seluruh Alam.

Ya Allaah lapangkanlah umat Sayyidinaa Muhammad dengan kelapangan yang datang dengan segera, wahai Tuhan Pemelihara Seluruh Alam.

7. doa keselamatan ummat
Bahasa lain dari doa ini adalah doa tolak bala’, doa yang berisi permohonan perlindungan kepada Allaah Ta’aala untuk kaum muslimin di seluruh negeri-negeri Islam. doanya cukup eksplisit karena bisa ditambah dengan menyebut nama tempat (dalam hal ini, saya tambahkan Indonesia), sebagaimana nanti nampak dalam teks doa.

Ya Allaah hindarkanlah kami dari bencana, bala`, malapetaka, kekejian, kemungkaran, silang sengketa, serta kekejaman dan peperangan, (baik) yang tampak (maupun) yang tersembunyi, di negeri kami Indonesia khususnya dan negeri-negeri kaum muslimin pada umumnya. Sesungguhnya Engkau Maha-kuasa atas segala sesuatu.

8. doa qur`ani penutup
setelahnya, ditutup dengan dua doa qur`ani, yang memang sudah sering dan lazim dibaca dalam berbagai bentuk rangkaian doa: doa sapu jagad (al-Baqarah (002): 201) dan doa ibrahim (al-Baqarah (002): 127-128), karena cakupannya yang menyeluruh

Ya Allaah, Tuhan Pemelihara kami, anugerahilah kami hasanah (segala yang baik) di dunia dan hasanah di akhirat dan peliharalah kami dari azab neraka. [al-Baqarah (002): 201]

dan

Ya Allaah, Tuhan Pemelihara kami, terimalah dari kami (amal kami) sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha-mendengar lagi Maha-mengetahui, dan terimalah taubat kami, Wahai Penolong kami, sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha-penerima taubat lagi Maha-pengasih. [al-Baqarah (002): 127-128]

9. kalimat-kalimat penutup
doa pun ditutup dengan pengharapan surga sebagai bentuk iman dengan akhirat, shalawat, dan pujian kepada Allaah Ta’aala

Dan masukkanlah kami ke dalam surga bersama orang-orang yang berbuat baik, wahai Yang Maha-perkasa lagi Maha-pengampun, (wahai) Tuhan Pemelihara Seluruh Alam.

kemudian

Dan shalawat Allaah (terlimpahkan) ke atas Sayyidinaa Muhammad serta ke atas keluarga dan sahabat beliau, (serta) berkatilah dan sejahterakanlah.

serta

Maha-suci Tuhan Pemeliharamu, Tuhan Pemelihara Yang Maha-mulia dari apa yang mereka sifatkan, dan (terlimpahlah) kesejahteraan ke atas rasul. Segala puji bagi Allaah, Tuhan Pemelihara Seluruh Alam.

Demikianlah rangkaian doa yang lazim untuk saya baca.

Semoga mampu menjadi masukan bagi para khatib, demi mengantar para umat pada puncak spiritualitas hari Jumat: berdoa pada Khatbah Kedua.

Wallaahu a’lam.

File 1, rangkaian doa dalam ukuran kertas A5, format pdf, arab saja: doa jumat arab A5

File 2, rangkaian doa dalam ukuran kertas A5, format pdf, arab dan makna: doa jumat arab A5 – makna

NB: bagi para pembaca yang menemukan kekeliruan redaksional dalam arab dan maknanya, mohon koreksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *