Mari Berbuat, Mari Bermanfaat!

Ada kalanya kita merasa rendah diri saat melihat bobroknya negeri ini di depan mata. apa yang bisa kita lakukan? bisa apa kita? memang kita siapa?

padahal ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menjadi “bermanfaat” bagi negeri kita.

memperbaiki diri, menguatkan iman dan takwa misalnya. meskipun terkesan “biasa”, justru ini sangat signifikan: mencegah munculnya 1 jiwa brengsek bagi negeri ini. jadi apapun kita besok (pejabat tinggi, sekedar RT, atau malah seorang kepala keluarga dengan pekerjaan biasa), ketika kita selalu memperbaiki diri dengan menguatkan iman dan takwa, kita telah bermanfaat dalam dua hal, (1) mencegah 1 generasi busuk lahir dan (2) berpotensi melipatgandakan generasi terbaik bangsa lewat keluarga dan nasab kita.

hal lain yang terkesan sepele adalah dzikir, wirid, dan berdoa bagi orang-orang yang dekat dengan kita maupun bagi bangsa kita. jangan pernah menyepelekan ini. doa dan wirid itu bentuk nyata kerendahan diri yang positif: mengakui keagungan Tuhan yang mutlak dan segala-galanya. Bahkan Allaah Ta’aala menganggap orang-orang yang tak mau berdoa kepada-Nya adalah orang sombong terhadap-Nya. Na’uzubillaah.

Allaah menjamin bahwa tak ada sesuatu kebaikan pun yang sia-sia, kecuali mendapat balasan dari Allaah, sebagaimana ada di akhir surat al Baqarah (lahaa maa kasabat, wa ‘alayhaa mak tasabat) dan akhir surat al Zalzalah (famay-ya’mal mitsqaala dzarratin khayray-yarah, wa may-ya’mal mitsqaala dzarratin-syaray-yarah). Kebaikan dapat balasan, keburukan dapat hukuman. Itu sunatullaah, ketentuan Allaah Ta’aala bagi kita semua. Inilah Allaah al-Lathiif, Maha-lembut, kelembutan-Nya yakni ketelitian-Nya yang mencakup segala-galanya, sesedikit, selembut apapun bentuknya.

Bahkan, dengan mendoakan orang lain, ada kebaikan di dalamnya. Maka kebaikan ini sewaktu-waktu bisa menjadi senjata kita dalam memohon kepada-Nya, yakni berwasilah dengan amal shalih. Meluangkan waktu dan helaan nafas untuk menyebut nama orang lain dalam rangkaian doa kita berarti sebuah pengorbanan, sebuah kebajikan, sebuah amal shalih.

Selain itu, “manfaat” lain yang bisa kita lakukan pada negeri kita berikutnya adalah berbuatlah kebajikan sesuai dengan skill yang kuasai. Kalau yang membutuhkan kita ada di dekat kita, maka luangkan waktu dan skill kita untuk mereka. Manfaatkan pula jaringan yang kita punyai untuk meluaskan fungsi skill kita agar bisa berguna pada jangkauan yang luas.

Maka, tidak ada alasan untuk tidak bisa berbuat baik bagi negeri kita. Tidak ada larangan untuk mengeluhkan kondisi buruk bangsa kita, tapi hendaknya keluhan itu tidak menenggelamkan kita sehingga tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengeluh.

Mari menyumbang secercah cahaya di antara spot-spot gelap di Indonesia tercinta. Kata orang bijak, jangan hanya mengutuk kegelapan, tapi nyalakan lilin!