Mensyukuri Nikmat Tenteram di Indonesia

Disampaikan sebagai khatbah Jumat di Masjid Kagungan Dalem al-Falaah Blunyah Gede, Yogyakarta pada 18 Januari 2013. ___ Hadirin rahimakumullaah, alhamdulillaah, perlu kita syukuri bersama bahwa Allaah Ta’aala berkenan menggariskan bagi kita bisa lahir dan besar di negeri bernama Indonesia dalam keadaan mengenal indahnya iman dan...

Apakah kita Termasuk Tetangga yang Keterlaluan?

Kalau ada orang yang sedang mencuri tertangkap basah, apakah sang pelaku harus langsung dijuluki sebagai “pencuri” sepanjang sisa hidupnya? Pertanyaan semacam ini sering muncul dalam benak saya, setiap muncul publisitas tentang kasus pencurian (termasuk korupsi, tentu saja). Julukan pencuri, atau maling, atau koruptor, menurut saya...

Bulan Maulud, Bulan yang Fitri (juga)

Ditulis untuk memenuhi amanah menjadi khatib Jumat dan narasumber majelis ta’lim. Bulan Maulud adalah bulan di mana Rasuulullaah Muhammad SAW dilahirkan. Kehadirannya bukan hanya menjadi sumber keberkahan bagi orang-orang memegang teguh ajaran Beliau SAW, tetapi bahkan menjadi sebab bagi tercurahkannya rahmat Allaah Ta’aala bagi penentang...

Kelengahan

Ditulis untuk memenuhi amanah menjadi khatib Jumat dan narasumber majelis ta’lim. Dialah Allaah Ta’aala yang menganugerahi manusia kehidupan yang sempurna, kehidupan zhahir dan kehidupan bathin. Kehidupan zhahir, yaitu bagaimana mata mampu memandang, telinga mampu mendengar, bibir mampu berucap, tangan mampu menengadah, kaki mampu melangkah, serta...

Bahagia dengan Berimajinasi*

Menurut saya, berimajinasi itu boleh-boleh saja. Tentu saja kebolehan ini menuntut adanya syarat dan ketentuan. Yah, mirip-mirip iklan yang isinya wah lah, pasti ada tanda bintang kecil: “syarat dan ketentuan berlaku”. Kemajuan informasi dan teknologi misalnya. Ia tak pernah lepas dari imajinasi. Sejak Icarus dari...

Kicau: #kebaikan

dua hari terakhir, hati saya terganggu oleh sebuah pertanyaan aneh tentang #kebaikan. seseorang bertanya kepada saya tentang #kebaikan yang menrutnya tak pernah ia lakukan kepada saya. benarkah itu? Benarkah “ia” tidak melakukan #kebaikan kepada saya? Atau memang saya harus menuliskannnya (kembali) satu persatu? #kebaikanmu adalah...